Sabtu, 16 Maret 2024

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 - Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

                                           JURNAL REFLEKSI  DWI MINGGUAN

MODUL 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

Rosdiana Shadiqin, S.Pd

CGP Angkatan 9 Kabupaten Rokan Hulu

 

Assalamualaikum Wr..Wb.. blogger mania

Kembali bertemu lagi dengan saya, Rosdiana Shadiqin,S.Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 9 dari SMA Negeri 3 Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan tentang apa yang telah saya lakukan pada pendidikan guru penggerak di materi modul 3.2  yaitu tentang Pengambilan Dalam Pengelolaan Sumber Daya.

Jurnal Dwi Mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh CGP. Ini merupakan refleksi diri setelah mengikuti kegiatan pelatihan (Upgrading Skill), yang tertulis secara rutin setiap dua minggu sekali dan wajib dilakukan oleh CGP. Di sini saya akan merefleksikan rangkaian kegiatan selama mendalami modul 3.2  dengan model Refleksi 4 F ( Facth, Feeling, Findings, dan Future ).

Berikut ini adalah uraiannya satu persatu :

1.    Facts (Peristiwa )

Baiklah kali ini saya akan coba merefleksi pembelajaran dan aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan di Learning Management System (LMS). Kegiatan pertama dimulai dengan mulai dari diri tepatnya tanggal 15 Februari 2024. Yaitu Menggali Pemahaman Awal Tentang Ekosistem dan Kepemimpinan Sekolah . Kemudian, di alur MERDEKA, langkah selanjutnya adalah Eksplorasi konsep. Pada alur Eksplorasi Konsep calon guru penggerak belajar secara mandiri melalui materi-materi yang disajikan dalam forum LMS, calon guru penggerak juga diminta untuk mendalami konsep terkait dengan sekolah sebagai ekosistem, Pendekatan berbasis kekurangan dan kekuatan / aset , pendekatan ABCD ( Asset Based Community Development ) , Karakteristik komunitas yang sehat , pengalaman rapat dan mendiskusikan murid, kasus 1 dan 2 tentang rapat guru .

Pada alur selanjutnya  yaitu Ruang Kolaborasi. Fasilitator kami yaitu Ibu Nartianis membagi kami kedalam 3 kelompok. Saya bersama 3 rekan saya yaitu Ibu Maya , Ibu septy dan Bu Dila . Pada sesi pertama Forum ruang Kolaborasi tanggal 19 Februari 2024 kami melakukan Vicon melalui Gmeet dengan melakukan diskusi kelompok . Pada sesi pertama ini kami diskusi untuk membahas tentang Identifikasi Aset Utama di Daerah Tambusai Utara. Pada sesi 2 ruang kolaborasi tanggal 20 Februari 2024 kami mempresentasikan hasil diskusi kelompok terkait tentang Identifikasi Aset Utama di Daerah Tambusai Utara yang sudah kami bahas pada sesi 1 dan kelompok lain memberikan pertanyaan maupun masukan. Selanjutnya hasil diskusi yang sudah dipresentasikan dan sudah di perbaiki apabila ada masukan atau koreksi dari kelompok lain, kami unggah di LMS CGP Tugas Ruang Kolaborasi .

Demonstrasi Kontekstual diadakan pada tanggal 22 Februari 2024 . Dimana kami ditugaskan untuk menelaah visi dan prakarsa perubahan dalam video yang ada di LMS selanjutnya  mengidentifikasi kegiatan-kegiatan BAGJA dan menganalisis modal utama yang dapat dimanfaatkan.  Setelah selesai tugas tersebut langsung saya unggah di LMS .

Selanjutnya adalah Elaborasi Pemahaman  yang diawali dengan membuat pertanyaan di LMS agar pada saat Vicon Instruktur dapat menjawab pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya . Dilanjutkan dengan hari  berikutnya tanggal 26 Februari 2024. seluruh CGP dari Propinsi Riau mengiktui Vicon Elaborasi Pemahaman bersama instruktur Ibu Nora Viviani  seorang  pengajar sama seperti kami yang memberikan pencerahan pemimpin dalam pengelolaan sumber daya . Selama proses vicon tersebut kami merasa tercerahkan .

 Alur selanjutnya  adalah Koneksi Antar Materi, yang isinya mengaitkan materi tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dengan materi yang telah dipelajari pada modul-modul sebelumnya.

Alur yang terakhir adalah Aksi Nyata. Dimana pada aksi nyata ini calon guru penggerak diminta untuk mengidentifikasi sumber daya sebagai aset / kekuatan sekolah dan melakukan pemetaan sumber daya secara kolaboratif . Dan tidak lupa mendokumentasikan proses dan hasil .

2. Feelings (Perasaan)

 

Perasaan saya diawal mempelajari modul 3.2 ini saya merasa sangat terinspirasi dengan materi pembelajaran yang membahas tentang bagaimana pemimpin pembelajaran dapat menciptakan budaya belajar yang positif dan kondusif di sekolah, pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin dengan menggunakan strategi pendekatan berbasis aset. Karena pada awalnya saya mengira kalau aset itu hanyalah sarana dan prasarana sekolah saja, namun ternyata ada 7 aset yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin . Menjadi seorang pemimpin itu ternyata harus memiliki pengetahuan yang mumpuni agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik . Saya juga merasa antusias untuk segera mengaplikasikan ilmu yang telah saya dapat dari modul ini untuk praktek mengajar saya selanjutnya . Selanjutnya saya merasa sangat tertantang sebagai pemimpin pembelajaran untuk mampu membawa perubahan yang positif di sekolah saya .

3. Findings (Pembelajaran)

Adapun pembelajaran yang saya dapatkan dalam modul 3.2 yaitu :  

Setelah melakukan sesi pembelajaran Ruang Kolaborasi Sesi 1 pada modul ini, ternyata ada banyak hal positif yang telah saya peroleh sebagai hasil dari belajar saya. Modul ini telah membuka mata saya bahwa ternyata untuk menggunakan kekuatan/aset sebagai tumpuan berpikir dengan memusatkan perhatian pada apa yang berjalan dengan baik, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif. Intinya kita diwajibkan untuk mengubah paradigma/pola pikir kita yang cenderung menggunakan pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit Based Thinking). Selanjutnya kita harus mengidentifikasi terlebih dahulu apa saja aset / modal yang ada di sekolah kita agar kita mengetahui apa saja modal yang kita miliki dan pemanfaatnnya menjadi lebih efektif ke depan .

4. Future (Penerapan)

Setelah memahami pembelajaran di modul ini harapan saya ke depan saya  dapat menerapkan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset (Asset-Based Community Development/ABCD) dengan ditandai perubahan pola pikir (mindset) dan sikap positif sebagai langkah awal. Dimana penerapan modul ini akan dapat membantu sekolah dalam membangun ekosistem yang mampu merangsang pertumbuhan dan perkembangan murid demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila . Karena perlu diingat bahwa keberhasilan sebuah proses dari sebuah pembelajaran sangat tergantung pada cara pandang sekolah melihat ekosistemnya. Semoga saya pribadi mampu menjadi agen perubahan di sekolah saya khususnya. Dan langkah selanjutnya adalah:

1.    mengadakan praktik baik kepada rekan sejawat agar mereka juga mempunyai ilmu untuk memaksimalkan potensi yang mereka punya agar proses pembelajaran juga menjadi lebih baik dari sebelumnya .

2.    Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk menjadi pemimpin yang efektif dalam mengelola sumber daya.

3.    Pentingnya kolaborasi dengan semua pihak untuk mencapai tujuan bersama.

      

4.  Pembelajaran yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola sumber daya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.3

  JURNAL REFLEKSI   DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID Rosdiana Shadiqin, S.Pd CGP Angkatan ...