JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK
POSITIF PADA MURID
Rosdiana Shadiqin, S.Pd
CGP Angkatan 9 Kabupaten
Rokan Hulu
Assalamualaikum Wr..Wb..
blogger mania
Kembali bertemu lagi dengan
saya, Rosdiana Shadiqin,S.Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 9 dari SMA Negeri 3
Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Pada kesempatan ini saya
akan menceritakan tentang apa yang telah saya lakukan pada pendidikan guru
penggerak di materi modul 3.3 yaitu Pengelolaan
Program Yang Berdampak Positif Pada Murid .
Jurnal
Dwi Mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh CGP. Ini
merupakan refleksi diri setelah mengikuti kegiatan pelatihan (Upgrading Skill),
yang tertulis secara rutin setiap dua minggu sekali dan wajib dilakukan oleh
CGP. Di sini saya akan merefleksikan rangkaian kegiatan selama mendalami modul
3.3 dengan model Refleksi 4 F ( Facth, Feeling, Findings, dan Future ).
Berikut
ini adalah uraiannya satu persatu :
1.
Facts
(Peristiwa )
Baiklah kali
ini saya akan coba merefleksi pembelajaran dan aktivitas pembelajaran yang
telah dilakukan di Learning Management System (LMS). Kegiatan pertama dimulai
dengan mulai dari diri. Modul 3.3 ini merupakan modul terakhir atau penutup
dalam Pendidikan Guru Penggerak ini. Modul
ini berisi pengelolaan program yang berdampak positif pada murid . Kemudian, di
alur MERDEKA, yang dimulai Mulai dari diri. Dalam tahap ini, CGP diperkenalkan dengan pertanyaan awal
mengenai program yang berdampak pada murid dan hubungannya dengan student
agency. Modul kemudian membahas cara menyusun program yang memberikan dampak
positif pada murid serta bagaimana meningkatkan student agency dengan mempertimbangkan
aspek-aspek penting seperti suara, pilihan, dan kepemilikan. Selain itu, modul
juga mengupas isu tentang lingkungan yang mendukung perkembangan kepemimpinan
murid dan keterlibatan komunitas dalam memfasilitasi perkembangan ini. Pada
forum diskusi eksplorasi konsep, beberapa CGP berbagi pengalaman mereka terkait
program-program yang telah dijalankan di sekolah mereka yang berdampak positif
pada murid, sementara yang lain memberikan umpan balik dan diskusi terkait hal
tersebut.
2.
Feelings (Perasaan)
Perasaan
saya diawal mempelajari modul 3.3 ini saya merasa sangat terinspirasi dengan materi
pembelajaran yang membahas tentang program yang berdampak positif pada murid . Saya
juga merasa bahagia karena sudah berada di akhir modul . rasanya bercampur
menjadi satu karena selam ini sudah penuh dengan perjuangan hingga sampai di
modul akhir ini . Menjadi seorang
pemimpin itu ternyata harus memiliki pengetahuan yang mumpuni agar dapat
menjalankan tugasnya dengan baik . Saya juga merasa antusias untuk segera
mengaplikasikan ilmu yang telah saya dapat dari modul ini untuk praktek
mengajar saya selanjutnya . Selanjutnya saya merasa sangat tertantang sebagai
pemimpin pembelajaran untuk mampu membawa perubahan yang positif di sekolah
saya .
Apalagi saat sudah sampai
pada eksplorasi konsep ada rasa lega dalam hati dan tidak menyangka sama sekali
. Lebih-lebih ketika kami ruang kolaborasi terkahir bersama Ibu fasilitator
hebat kami Ibu Nartianis . Di penghujung ruang kolaborasi ada rasa haru ketika
saya mengucapkan persaan yang saya rasakan selama mengikuti pembelajaran dengan
Ibu Nartianis. Bahagia karena kami sudah sampai finish dan perasaan haru dan
sedih karena tidak berjumpa lagi mengikuti pembelajaran bersama Ibu Fasilitator
dan teman CGP di Ruang Kolaborasi dan Elaborasi .
3.
Findings (Pembelajaran)
Adapun pembelajaran yang saya dapatkan
dalam modul 3.3 yaitu :
1.
Memperluas wawasan saya
dalam merencanakan dan merancang kegiatan yang berpotensi memberikan dampak
positif pada murid. Yang tujuannya adalah untuk mengembangkan kepemimpinan
murid atau student agency. Untuk mencapai dampak positif ini, penting untuk
mempertimbangkan aspek-aspek seperti suara (voice) dan pilihan (choice) yang
dimiliki oleh murid, sehingga mereka dapat merasa memiliki (ownership) terhadap
kegiatan tersebut.
2.
Dalam perancangan
program yang akan memberikan dampak positif pada murid, tahap awal yang penting
adalah melakukan pemetaan aset atau sumber daya yang dimiliki oleh sekolah
secara cermat. Dengan langkah ini, program dapat dioptimalkan dengan lebih
baik, mengurangi hambatan yang mungkin timbul, dan berkontribusi pada
pencapaian visi dan misi sekolah. Pemetaan aset adalah langkah penting dalam
memastikan kesuksesan program yang berfokus pada murid.
4. Future
(Penerapan)
Rencana kedepannya yang akan saya lakukan adalah:
1. Saya akan
melakukan kolaborasi segera bersama dengan rekan dan murid-murid saya di sekolah
2. Kemudian berbagi
ilmu atau berbagi praktik baik dengan rekan sejawat atau murid untuk secara
bersama-sama merancang program atau kegiatan yang dapat menumbuhkan
kepemimpinan murid
3. Ada 3 aspek
yang harus diperhatikan ketika akan merancang atau membuat suatu program di
sekolah . Yaitu suara (voice), pilihan (choice) dan kepemilikan (ownership ) murid .
Dengan mendengarkan suara dan pilihan murid maka program tersebut dapat berdampak bagi murid
dan menumbuhkan rasa kepemilikan (ownership)
pada diri murid terhadap apa yang sudah dirancang secara bersama-sama. Sehingga
harapannya apa yang sudah diprogramkan dapat terlaksana dengan baik dan
berjalan lancar . Apapun program yang akan dilaksanakan di sekolah intinya
murid harus dilibatkan dengan tetap memperhatikan tiga aspek yang telah
disebutkan tadi .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar