JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Rosdiana Shadiqin, S.Pd
CGP Angkatan 9 Kabupaten Rokan Hulu
Assalamualaikum Wr..Wb.. blogger mania
Kembali bertemu lagi dengan saya, Rosdiana Shadiqin,S.Pd Calon
Guru Penggerak Angkatan 9 dari SMA Negeri 3 Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu
Provinsi Riau. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan tentang apa yang
telah saya lakukan pada pendidikan guru penggerak di materi modul 2.1 yaitu
tentang Pembelajaran Berdiferensiasi .
Berikut adalah jurnal refleksi dwi mingguan saya di modul 2.1 mengenai
Pembelajaran Berdiferensiasi. Dalam refleksi dwimingguan ini, saya menggunakan
4F yaitu Facts, Feelings, Findings, Future, dan Fact.
1.
Fact
(Fakta)
Pembelajaran modul 2.1 dimulai pada tanggal 20 Oktober 2023
dengan pretest sebagai kegiatan awal. Dimana hal ini dilakukan untuk mengukur
kemampuan awal peserta . Pada permulaan
modul 2.1, ada bagian yang membahas tentang refleksi diri mengenai kondisi
kelas yang saya ajar saat ini, dimana saya diminta untuk menjelaskan
tantangan-tantangan yang muncul selama proses pembelajaran di kelas dan upaya apa
saja yang telah saya lakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Selanjutnya, pada tahap eksplorasi konsep, saya membuat diagram
frayer untuk menggambarkan pemahaman saya tentang pembelajaran berdiferensiasi.
Dalam ruang kolaborasi yang diadakan pada tanggal 25 Oktober
2023 pukul 13.00 – 15.15 dipandu langsung oleh Ibu Nartianis sebagai
fasilitator. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok . Dan kebetulan kelompok
kami hanya 2 orang saja anggotanya . Kami diberikan tugas untuk menganalisis
sebuah kasus di SMK. Dari analisis tersebut, kami menyimpulkan bahwa meskipun
dalam situasi pembelajaran jarak jauh, tokoh Pak Ceta sebagai guru SMK tetap
melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.
Saat Demonstrasi Kontekstual, saya menyusun RPP untuk
pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.
Dalam sesi elaborasi, saya sangat bersyukur karena mendapat
panduan yang sangat jelas dari instruktur yang luar biasa, Bapak Ali Mutaqin,
M.Pd.I. Beliau memberikan gambaran yang sangat terperinci tentang penerapan
pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Sehingga saya juga semakin tau dan paham
terkait materi tersebut.
Ketika saya menyusun koneksi antar materi, saya menyadari bahwa
semua materi yang telah saya pelajari dari modul 1.1 hingga 2.1 ternyata sangat
erat kaitannya dengan prinsip keberpihakan proses pendidikan kepada para murid.
Dan sebagai tindakan nyata yang telah saya lakukan, saya telah
menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada kelas XII MIPA 2 dalam pelajaran
Bahasa Inggris. Dan hal tersebut menjadi Aksi Nyata saya sebagai wujud
pemahaman saya terhadap modul ini.
Feelings (Perasaan)
Saya merasa sangat beruntung karena memperoleh pengetahuan baru
yang sangat berharga dan berdampak besar tentunya pada peran saya sebagai
seorang guru. Modul 2.1 telah memberikan wawasan yang luas mengenai
Pembelajaran Berdiferensiasi. Di dalam modul ini, saya meraih pemahaman yang
luar biasa mengenai konsep baru yang mendorong semangat saya dalam menerapkan
semua yang telah saya pelajari.
Saya merasa sangat terinspirasi oleh ilmu-ilmu baru yang telah saya
dapatkan dalam modul ini. Diskusi yang dilakukan dalam forum ruang kolaborasi
dan sesi elaborasi telah memperdalam pemahaman saya tentang cara
mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Saya berharap bahwa dengan
pemahaman ini, saya dapat konsisten dalam menjalankan pembelajaran yang
berfokus pada kepentingan siswa.
Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha guru untuk
menyesuaikan proses pembelajaran di kelas demi memenuhi kebutuhan belajar
individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14), dalam kelas yang menerapkan
pembelajaran berdiferensiasi, guru secara konsisten berupaya merespons
kebutuhan belajar murid.
Dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus
mempertimbangkan pertimbangan yang masuk akal. Ini meliputi tujuan pembelajaran
yang didefinisikan dengan jelas, bagaimana guru merespon kebutuhan belajar
murid, lingkungan belajar yang memotivasi murid, manajemen kelas yang efektif,
dan penilaian yang berkelanjutan.
Ada
3 aspek yang mengkategorikan kebutuhan murid, yakni:
Kesiapan belajar
Kesiapan
belajar adalah adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau
keterampilan baru.
Minat
Minat
adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu
situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.
Profil belajar.
Profil
Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik
belajar.
Strategi
diferensiasi ada 3, yakni diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan
diferensiasi produk.
- Diferensiasi
konten saya mengacu pada pemetaan kebutuhan murid. Guru menyajikan beragam
media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid
- Diferensiasi
proses mengacu pada bagaimana jalannya sebuah pembelajaran berdasarkan
gaya belajar.
- Diferensiasi
produk mengacu pada produk yang dihasilkan sebagai unjuk kerja sesuai
dengan kemampuan murid.
Future (Penerapan)
Setelah
mempelajari modul ini, saya berencana untuk melakukan tes diagnostik
menggunakan kuisioner, menganalisis data yang sudah ada, atau melakukan
wawancara untuk memahami kebutuhan individu murid di kelas. Saya akan
merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan
kebutuhan mereka. Saya juga akan aktif berkolaborasi dengan rekan sejawat yang
memiliki pengalaman dalam pembelajaran berdiferensiasi, serta berusaha
menggandeng guru produktif untuk menyelaraskan materi yang dibutuhkan. Dalam
praktek sehari-hari, saya akan mengimplementasikan praktik baik ini untuk
mengutamakan keberpihakan pada murid dalam lingkungan sekolah.

Penjabaran pembelajaran berdeerisiansi sangat mudahah di pahami
BalasHapusTerimakasih ibu atas apresiasinya
Hapus