Rabu, 14 Februari 2024

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN Modul 2.3 Coaching Untuk Supervisi Akademik






JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN

MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

Rosdiana Shadiqin, S.Pd

CGP Angkatan 9 Kabupaten Rokan Hulu

 

Assalamualaikum Wr..Wb.. blogger mania

Kembali bertemu lagi dengan saya, Rosdiana Shadiqin,S.Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 9 dari SMA Negeri 3 Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan tentang apa yang telah saya lakukan pada pendidikan guru penggerak di materi modul 2.3 yaitu tentang Coaching Untuk Supervisi Akademik.

Jurnal Dwi Mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh CGP. Ini merupakan refleksi diri setelah mengikuti kegiatan pelatihan (Upgrading Skill), yang tertulis secara rutin setiap dua minggu sekali dan wajib dilakukan oleh CGP. Di sini saya akan merefleksikan rangkaian kegiatan selama mendalami modul 2.3 dengan model Refleksi 4 F ( Facth, Feeling, Findings, dan Future ).

Berikut adalah urainnya satu persatu :

1.    Facts (Peristiwa )

Pada modul 2.3 ini, saya mencoba merefleksikan hasil dari kegiatan yang telah saya ikuti di LMS ini dalam bentuk jurnal refleksi. Jurnal Refleksi dwi mingguan  ini membahas materi pada Modul 2.3 tentang Coaching Pada Supervisi Akademik . Dimana Jurnal refleksi ini saya tulis sebagai media yang akan digunakan untuk mendokumentasikan perasaan, gagasan dan pengalaman serta praktik baik yang telah saya dilakukan. Model refleksi yang saya pakai adalah Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) . Dan kali ini saya akan coba merefleksi pembelajaran dan aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan di Learning Management System (LMS). Kegiatan dimulai dari modul 2.3 sampai post tes modul 2.

 Ada beberapa aktivitas pembelajaran yang dilakukan dalam modul ini yaitu diawali mulai dari 2.3 mulai dari diri pada tanggal 17 November 2023 dimana saya membuat sebuah buah tulisan  yang berisikan jawaban dari pertanyaan pemantik yang diberikan untuk merefleksikan diri saya tentang supervisi di sekolah saya. Kemudian masuk ke eksplorasi konsep pada tanggal 20 November 2023  modul 2,3,a,4,1 yang membahas tentang coaching, perbedaan antara metode pengembangan diri coaching, mentoring, konseling, fasilitasi dan training, konsep coaching secara umum, bagaimana coaching dilakukan dalam konteks pendidikan, paradigma coaching dilihat dari system Among yang merupakan konsep dari Ki Hajar Dewantara.

Selanjutnya masuk ke modul 2.3.a.4.2 tentang eksplorasi paradigma berpikir coaching dan prinsip-prinsip coaching dalam komunikasi yang memberdayakan untuk pengembangan kompetensi, juga mengaitkan antara paradigma berpikir dan prinsip-prinsip coaching dengan supervisi akademik, selain itu disana juga dijabarkan perbedaan antara coaching, kolaborasi, konsultasi, dan evaluasi dalam rangka memberdayakan rekan sejawat, dibantu dengan video percakapan coaching yang membantu saya memahami tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang coach yang baik. Selanjutnya di modul 2.3.a.4.3 di Bahas tentang kompetensi inti coaching dan TIRTA sebagai alur percakapan coaching. Alur coaching mulai dari Tujuan, Identifikasi, Rencana aksi, dan Tanggung jawab yang diakronimkan menjadi TIRTA, diharapkan akan seperti air yang mana komunikasi bisa mengalir, disini juga dibahas tentang inti coaching yaitu presence kehadiran penuh yang terlihat pada coach, dengan memberikan perhatian penuh akan apa yang disampaikan oleh coachee, menjadi seorang pendengar aktif dengan sesekali memberikan tanggapan atas apa yang sedang dibicarakan oleh coachee, dan dibahas tentang keterampilan membuat pertanyaan berbobot dalam percakapan coaching, selain itu, modul ini juga membahas tentang jalannya percakapan coaching untuk membuat rencana aksi, coaching untuk melakukan refleksi, coaching untuk memecahkan masalah dan coaching melakukan kalibrasi.

Diforum diskusi eksplorasi kami saling melakukan pemantapan pemahaman dengan berdiskusi antar CGP. Pada modul 2.3.a.5 yaitu ruang kolaborasi saya berpasangan dengan Bu Roini melakukan sebuah percakapan coaching untuk benar-benar memberikan pengalaman coaching secara nyata dengan teman sesama CGP, dan hasil percakapan divideokan dan diunggah sebagai salah satu tagihan dari LMS, kemudian pada modul 2.3.a.6 demonstrasi kontekstual, kami dikelompokkan dengan beranggotakan 3 orang (Bu Septi, saya, dan Bu Dila, kami membuat video percakapan dengan 1 CGP menjadi observer, 1 CGP lain menjadi coach, dan 1 CGP lainnya menjadi Coachee, kami melakukan secara bergiliran, kegiatan ini menambah pemahaman kami tentang bagaimana seharusnya menjadi observer, apa yang perlu diperhatikan pada saat pra observasi, saat observasi dan pasca observasi.

Selanjutnya saya belajar modul 2.3.a.7 yaitu elaborasi pemahaman bersama Bapak Robby Lasman membahas tentang coaching dan supervisi akademik lebih dalam lagi. Ilmu yang diberikan Pak Robby sa ngat luar biasa sekali bagi kami. Sebelumnya saya masih merasa sedikit bingung dengan coaching itu sendiri berikut proses yang mengikutinya . Namun setelah mengikuti Elaborasi Pemahaman saya semakin tercerahkan dengan apa sih sebenarnya coaching itu.

Dan selanjutnya  saya membuat koneksi antar materi modul 2.3, dengan memberikan refleksi saya dengan apa yang saya peroleh dan bagaimana dengan rencana serta langkah ke depannya yang akan saya lakukan.  Seterusnya yaitu membuat rancangan aksi nyata yang berkaitan dengan supervisi akademik yang dilakukan dengan teman sejawat dan sampailah  saya melakukan test akhir modul 2 . Test ini berisikan soal-soal yang berhubungan dengan Coaching, teknik serta penerapannya.

2.    Feelings ( Perasaan )

Saya merasa antusias dan sangat semangat mengikuti aktivitas pembelajaran tentang coaching ini. Pada modul 2.3. ini, Saya menjadi begitu penasaran pada mulanya bagaimana menjadi coach yang baik, dan kemudian merasa senang sekali karena semuanya terjawab di modul ini ditambah dengan beberapa praktik langsung bersama para CGP membuat pemahaman baik tentang modul 2.3 ini .  Dari hasil praktik saya merasa masih banyak kekurangan sehingga merasa bersemangat untuk belajar lagi dan berusaha memahami tentang coaching, bagaimana membuat pertanyaan berbobot, dan bagaimana bersikap sebagai coach yang baik. Dan ternyata itu semua tidaklah mudah bagi saya akan tetapi saya akan tetap berusaha dan belajar terus menerus untyk mengasah ilmu yang telah saya peroleh .

3.    Findings ( Pembelajaran )

Informasi, pengetahuan dan pengalaman baru pada modul 2.3. telah memberikan  saya banyak pengetahuan dan pembelajaran yang banyak tentang bagaimana menjadi coaching yang baik dan bagaimana melakukan supervisi akademik yang baik yang dapat membantu pengembangan diri rekan sejawat. Pada fase ini saya diajak untuk meninjau ulang keseluruhan materi pembelajaran di Modul yang pernah saya dapati mulai dari konsep Ki Hajar Dewantara tentang tujuan pembelajaran, tentang peran dan nilai guru penggerak, tentang pembelajaran berdiferensiasi yang berkaitan juga dengan Pembelajaran Sosial dan Emosional yang semuanya berkaitan dengan coaching dan supervise akademik, di modul ini juga saya akan mencoba merancang sebuah aksi nyata supervisi akademik terhadap rekan sejawat, untuk membantu mengembangkan kemampuan diri rekan sejawat. Dan semoga kita semua adalah orang-orang yang haus akan ilmu pengetahuan yang baru .

4.    Future (Penerapan )

Sebagai seorang guru, sering sekali saya menjumpai banyak permasalahan di lapangan yang terkait dengan potensi para murid dan mungkin juga rekan sejawat. Permasalahan tersebut seringkali menjadi salah satu faktor penghambat kemajuan seseorang dalam mencapai tujuannya, bahkan bisa jadi mereka  tidak sadar akan kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki untuk menyelesaikan permasalahannya. Dan ternyata coaching sangat perlu dilakukan untuk bisa membantu mengatasi permasalahan tersebut. Seterusnya saya berharap nantinya praktik baik ini bisa dilakukan juga oleh rekan sejawat lainnya. Sehinggapada akhirnya  semua mampu menjadi coach yang baik bagi muridnya dan orang lain. Sehingga masing-masing akan mampu menampilkan potensi yang sudah dimiliki dengan langsung mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari,

2 komentar:

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.3

  JURNAL REFLEKSI   DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID Rosdiana Shadiqin, S.Pd CGP Angkatan ...