Selasa, 13 Februari 2024

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional

 




JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN

MODUL 2.2 PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

Rosdiana Shadiqin, S.Pd

CGP Angkatan 9 Kabupaten Rokan Hulu

 

Assalamualaikum Wr..Wb.. blogger mania

Kembali bertemu lagi dengan saya, Rosdiana Shadiqin,S.Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 9 dari SMA Negeri 3 Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan tentang apa yang telah saya lakukan pada pendidikan guru penggerak di materi modul 2.2 yaitu tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional.

Jurnal Dwi Mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh CGP. Ini merupakan refleksi diri setelah mengikuti kegiatan pelatihan (Upgrading Skill), yang tertulis secara rutin setiap dua minggu sekali dan wajib dilakukan oleh CGP. Di sini saya akan merefleksikan rangkaian kegiatan selama mendalami modul 2.2 dengan model Refleksi 4 F ( Facth, Feeling, Findings, dan Future ).

Berikut adalah penjelasannya :

1.    Peristiwa (Fact)

Setelah belajar banyak tentang modul 2.1 yang fokus membahas tentang pembelajaran berdeferensiasi berupa serangkaian keputusan masuk akal yang diambil oleh guru dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa. Modul 2.2 fokus pada pembelajaran sosial emosional, sebuah pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan seluruh warga sekolah. Dalam modul ini kami belajar tentang pembelajaran KSE (kompetensi sosial emosional) yang harus dimiliki seorang guru dalam mewujudkan well being. Pengkajian di LMS menggunakan alur merdeka, diawali Mulai dari Diri , Explorasi konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata.


Modul 2.2 yang pertama adalah Mulai dari Diri dimulai tepatnya pada tanggal 03 November 2023 lanjut Eksplorasi Konsep pada tanggal 06 November 2023 . Selanjutnya kita mengikuti  ruang eksplorasi konsep dengan  5 kasus di dalamnya, lanjut ruang kolaborasi pada tanggal 8 November 2023 . Adapun yang kami lakukan adalah : 1.  yaitu diskusi kelompok kecil yang masing-masing sesuai jenjang, ada TK, SD, SMP, dan SMA. Diskusi ini membangun pemahaman tentang KSE yang harus dimiliki guru. Selanjutnya kami mengadakan diskusi kelompok besar di ruang kolaborasi 2 yang diadakan pada tanggal 09 November 2023 dengan kegiatan masing-masing kelompok yang sudah ditunjuk per jenjang untuk  mempresentasikan hasil diskusi di kelompok kecil dan dikhiri dengan unggah tugas ruang kolaborasi. setelah itu  demonstrasi kontekstual, eksplorasi pemahaman, koneksi antar materi aksi nyata dan penutup.

2.    Perasaan (Feeling)

Selama belajar modul 2.2 tentang pembelajaran sosial emosional, saya merasa sangat senang dan bersemangat mendapatkan ilmu yang luar biasa. Ilmu tersebut saya terapkan baik untuk saya pribadi sebagai seorang guru yang langsung  berhadapan dengan murid-murid dengan berbagai karakter yang berbeda beda. Saat  ini saya menjadi lebih paham untuk bertindak, apa yang seharusnya saya lakukan jika menjumpai kelas yang tidak kondusif. Menumbuhkan iklim dikelas. Awalnya, bagi saya sangatlah tidak mudah,   namun dengan dibekali pembelajaran di modul 2.2, ini ada banyak hal yang tercerahkan. Sehingga lebih mudah untuk mengatasi apabila ada sesuatu hal yang terjadi .

Pembelajaran sosial emosional sangat berpengaruh besar dalam proses belajar mengajar dan berpengaruh terhadap hasil belajar murid (tujuan pembelajaran). Saya selaku pendidik juga telah mengimplementasikan dalam pembelajaran sebagai aksi nyata di kelas maupun lingkungan sekolah kami. Selain itu saya akan berbagi praktek baik terhadap rekan-rekan guru di sekolah dan wilayah setempat. Agar ilmu yang saya peroleh juga bermanfaat bagi sesama rekan guru yang ada . Sehingga nantinya bisa bersama-sama merasakan dampak positif dari ilmu yang diperoleh .  



(Foto : Suasana pembelajaran yang menyenangkan )

3.    Pembelajaran (FINDINGS)

Hal yang sangat bermanfaat bagi guru pada pembelajaran sosial dan emosional yaitu adanya 5 kompetensi sosial dan emosional :

1.    Kesadaran diri

2.    Manajemen diri.

3.    Kesadaran sosial.

4.    Ketrampilan berelasi.

5.    Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Seorang guru mampu mengendalikan emosinya pada situasi bagaimanapun, kapan saja dan dimana saja, Artinya seorang guru juga dapat memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan sosial emosional di sekolah. Guru dituntut agar mempunyai kesadaran penuh (Mindfullness). Sedangkan bagi murid setelah belajar sosial emosional hal yang paling penting mereka dapat mengenali emosional masing masing/mampu berexpresi secara terbuka  dan mampu mengendalikan perasaanya. Murid-murid juga harus terbiasa bersosial terhadap lingkungannya, dan menjadi semangat dalam belajar.





4.    Penerapan (Future)

Umpan balik bagi saya, berupa bisa menerapkan KSE ini dalam pembelajaran exsplisit, terintegrasi dalam RPP , meningkatkan iklim kelas dan PTK di sekolah, sehingga tercapainya pembelajarang yang menyenangkan serta mewujudkan kesejahteraan psikologis anak. Sehingga suasana belajar akan menjadi lebih kondusif dan bahagia. Sebagaimana tujuan dari merdeka belajar itu sendiri.

Yang ingin saya tingkatkan adalah:

·       Saya akan lebih fokus kepada ketrampilan berelasi. Artinya saya akan berkolaborasi dengan siswa-siswa di kelas, pendidik dan tenaga kependidikan dalam membangun iklim kelas dan sekolah. Sehingga mampu membawa perubahan yang positif untuk sekeliling saya .

·       Saya akan merevisi kembali rancangan belajar  dan pelaksanaan pembelajaran dengan mengimplementasikan pembelajaran sosial dan emosional.

 



·       Saya akan sering merefleksikan proses pembelajaran untuk mengukur sudah sejauh mana keberhasilan dari ilmu yang sudah saya terima dan dapat dijadikan perbaikan ke depannya untuk pendidikan yang lebih baik lagi .  

5 komentar:

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.3

  JURNAL REFLEKSI   DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID Rosdiana Shadiqin, S.Pd CGP Angkatan ...