Selasa, 13 Februari 2024

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 TENTANG PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN


Assalamualaikum blogger mania , pada kesempatan kali ini saya akan membuat rangkuman selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak khususnya Modul 3.1 ini. 

Saya Rosdiana Shadiqin, S.Pd

CGP Angkatan 9 

SMAN 3 Tambusai Utara Kabupaten  Rokan Hulu Provinsi Riau 

         Berikut adalah  Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran ( Koneksi Antar materi Modul 3.1 )  

- Bagaimana Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin ?

Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka yaitu Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangunkarsa, Tut Wuri handayani memiliki makna yang sangat mendalam,  yang tentunya dapat kita jadikan landasan dalam setiap pengambilan keputusan, yaitu keputusan yang selalu berpihak kepada murid. Sebagai pemimpin dalam mengambil keputusan seharusnya:

1. memberikan teladan dan contoh akan keputusan yang bijak,menjadi teladan yang patut ditiru (Ing          Ngarso Sung Tulodo).

2. mampu memberdayakan dan membangun kerukunan, menyemangati, membuat orang lain memiliki      kekuatan demi memperbaiki kualitas diri mereka (Ing Madya Mangun Karsa)

3. mampu mempengaruhi dan mendorong semangat meningkatkan kualits agara selalu menjadi lebih          baik(Tut Wuri Handayani)

Kaitannya dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin adalah bahwa filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memberikan pandangan yang holistik terhadap pengambilan keputusan. Seorang pemimpin yang memahami dan menerapkan filosofi Ki Hajar Dewantara akan memperhatikan tidak hanya aspek logis dan pragmatis dari sebuah keputusan, tetapi juga nilai-nilai etis dan estetis yang terlibat. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek ini secara seimbang, seorang pemimpin dapat membuat keputusan yang tidak hanya efektif secara praktis, tetapi juga bermakna secara moral dan estetis, yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai yang dipegang teguh.

- Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita memiliki pengaruh yang besar terhadap prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan keputusan. Nilai-nilai ini membentuk dasar moral dan etika yang menjadi panduan dalam menentukan tindakan dan keputusan yang kita buat. Kita  sebagai pendidik harus memiliki nilai-nilai positif yang hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid . Seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut akan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan sesuai dengan situasi yang dihadapi dengan tetap mempertimbangkan 3 prinsip dalam pengambilan keputusan.

Dengan memahami nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, kita dapat mengidentifikasi prinsip-prinsip yang penting bagi kita dalam pengambilan keputusan. Hal ini memungkinkan kita untuk membuat keputusan yang konsisten dengan integritas pribadi dan tujuan hidup yang kita anut. Selain itu, kesadaran akan nilai-nilai ini juga membantu kita untuk menghindari konflik moral dan membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam berbagai situasi kehidupan.

- Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Dalam materi pengambilan keputusan yang dipelajari sangat memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan coaching (bimbingan) pada modul sebelumnya. Pada proses coaching kita membentuk coachee dalam menentukan atau mengambil sebuah  keputusan sedangkan pada modul ini kita merefleksikan apakah keputusan yang kita ambil dapat dipertanggungjawabkan .   Apakah keputusan tersebut menjadi win-win solution ataukah justru akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Dalam pembelajaran pengambilan keputusan ini kita diberikan panduan tentang 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujiaan keputusan yang kita ambil. Agar keputusan yang didapat nantinya merupakan sebuah keputusan yang baik bagi semua pihak . Melalui sesi coaching yang terstruktur dan mendalam, peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih baik tentang proses pengambilan keputusan mereka, mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.

- Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional sangatlah penting terutama dalam mengelola kasus dilema etika. Guru yang memiliki kemampuan dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya pastinya akan memiliki kesadaran diri untuk memahami perasaan, emosi dan nilai diri senidiri, memiliki manajemen diri sehingga mampu mengelola emosi dan perilaku, memiliki kasadaran sosial sehingga mampu memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain, memiliki keterampilan berelasi sehingga dapat berkomunikasi dengan lebih efektif, dan dapat mengambil keputusan yang bertanggungJawab. Masalah yang terkait dilema etika akan diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang tenang, sehingga pengambilan keputusan dapat berjalan sesuai dengan langkah yang sistematis. Dan tentunya tidak keluar dari rambu-rambu yang ada. 

- Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika dapat melatih ketajaman dan ketepatan dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat dengan jelas membedakan antara dilema etika ataukah bujukan moral. Seorang pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang dianutnya. Keputusan yang diambil akan semakin akurat dan menjadi keputusan yang dapat mengakomodir kebutuhan murid dan menciptakan keselamatan dan kebahagian semua pihak berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan kebajikan jika nilai-nilai yang dianutnya adalah nilai-nilai yang positif.

- Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat, tentunya akan berdampak positif pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Pengambilan keputusan yang tepat harus dilakukan dengan cara yang tepat pula. Disesuaikan dengan situasi yang terjadi dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan universal, berpihak pada murid dan dapat dipertanggungjawabkan. Saat keputusan yang diambil sudah tepat. maka akan tercipta lingkungan yang positif. kondusif. aman dan nyaman. tidak ada pihak yang merasa dirugikan, semua akan mendapatkan solusi atas permasalah yang dihadapi.

- Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan yang saya hadapi dalam pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus yang sifatnya dilema etika adalah perasaan tidak enak yang timbul karena tentunya tidak dapat memuaskan semua pihak. Namun dengan berpedoman pada 4 paradigma, 3 prinsip serta mengikuti 9 langkah pengambilan keputusan dapat meminimalisir perasaan tidak nyaman, tidak enak dan keputusan yang saya ambil dapat diterima oleh semua pihak.

- Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil dengan pengajaran memerdekakan murid -murid kita adalah terciptanya merdeka belajar. Keputusan untuk memerdekakan murid merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. Untuk memutuskan pemenuhan belajar murid, bisa menggunakan pembelajaran berdiferensiasi. Yang dapat mengakomodir kebutuhan belajar murid itu sendiri. 

- Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran pasti akan membawa dampak, baik jangka panjang maupun pendek bagi murid. Hal yang sudah kita putuskan dan kita lakukan akan  terekam menjadi suatu catatan dan akan menjadikan role model atau contoh tentang apa dan bagaimana kelak murid-murid berpikir dan bertindak. Gambaran ini menjadikan dasar bahwa pengambilan keputusan oleh seorang pendidik harus tepat, benar dan bijak melalui analisis dan pengujian yang mendalam atas benar salahnya.

Dalam pengambilan kepurusan, seorang pemimpin sebaiknya menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan dan mengacu pada pembelajaran yang memenuhi potensi murid. 


- Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan yang dapat saya ambil jika mengaitkan dengan materi sebelumnya yaitu pengambilan keputusan sebaiknya mengacu pada :

  • Nilai kebajikan universal
  • Bertanggung jawab
  • Berpihak pada murid
  • Berpedoman pada filosofi KHD dengan Patrap Trilokanya (Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani
- Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?


Saya cukup memahami materi pada modul ini, sehingga pada proses penerapannya sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Hal-hal yang menurut saya diluar dugaan badalah ahwa ternyata dalam pengambilan keputusan bukan hanya didasarkan pada pemikiran dan pertimbangan semata, namun sangat diperlukan adanya paradigma, prinsip, dan langkah-langkah pengujian pengambilan keputusan, agar keputusan yang diambil tepat sasaran dan bermanfaat untuk orang banyak. Dan dalam proses pengambilan keputusan itu sendiri harus melewati proses maupun tahapan yang sangat panjang. 

- Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, dalam pengambilan keputusan saya biasanya memanfaatkan prosedur umum yang berlaku di sekolah sebagaimana biasanya dan yang telah ditetapkan bersama , yaitu berkomunikasi dengan pihak terkait seperti guru mata pelajaran, guru BK, Wakasek dan Kepala Sekolah.  Tapi dengan bahan perbincangan yang mengalir apa adanya. Setelah mempelajari modul ini, saya mencoba menerapkan analisa berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan. Perbedaannya diantaranya pola ini menjadi paket baru yang sangat rinci, hati – hati dan tidak terburu – buru dalam membuat sebuah keputusan. Selain itu, pihak yang terlibat menjadi merasa dihargai dan bisa memberi kontribusi sesuai tupoksinya masing – masing. Dan ini merupakan hal dan ilmu baru yang saya peroleh dan semoga bisa diterapkan ke depannya . 

- Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Perubahan terbesar yang saya alami yaitu :

1. Berhati – hati dalam bertindak dan mengambil sebuah keputusan.


2. Mempunyai pola yang teratur dalam menganalisa sebuah masalah dengan langkah-langkah maupun        prosedur yang ada 

3. Meningkatnya empati pada diri sendiri dan orang lain untuk memahami permasalahan yang terjadi          pada orang lain


4. Berpikir lebih matang dalam memutuskan sesuatu dengan menajamkan dan mengasah pola pikir kita      sendiri.

- Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sangat penting bagi individu untuk mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan yang efektif dan bagi pemimpin untuk memimpin dengan bijaksana, etis, dan berdaya. Ini memungkinkan mereka untuk mencapai kesuksesan dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis dan sebagai seorang pemimpin saya harus mampu mengambil sebuah keputusan terbaik dan bertanggung jawab



9 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Sudah cocok konten dengan pertanyaannya. Semangat melakukan

    BalasHapus
  3. Jawaban sangat bagus cocok dg pertanyaan..
    Sangat menginspirasi..
    Semangat bu rosdiana

    BalasHapus
  4. Jawabannya sangat bagus sekali..semoga selalu menginspirasi..semangat ya mem..

    BalasHapus

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.3

  JURNAL REFLEKSI   DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID Rosdiana Shadiqin, S.Pd CGP Angkatan ...