Selasa, 13 Februari 2024

JURNAL RELEKSI DWI MINGGUAN Modul 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

 






JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN

MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Rosdiana Shadiqin, S.Pd

CGP Angkatan 9 Kabupaten Rokan Hulu

 

Assalamualaikum Wr..Wb.. blogger mania

Kembali bertemu lagi dengan saya, Rosdiana Shadiqin,S.Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 9 dari SMA Negeri 3 Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan tentang apa yang telah saya lakukan pada pendidikan guru penggerak di materi modul 2.1 yaitu tentang Pembelajaran Berdiferensiasi .

 

Berikut adalah jurnal refleksi dwi mingguan saya di modul 2.1 mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi. Dalam refleksi dwimingguan ini, saya menggunakan 4F  yaitu Facts, Feelings, Findings, Future, dan Fact.

1.  Fact (Fakta)

Pembelajaran modul 2.1 dimulai pada tanggal 20 Oktober 2023 dengan pretest sebagai kegiatan awal. Dimana hal ini dilakukan untuk mengukur kemampuan awal peserta .  Pada permulaan modul 2.1, ada bagian yang membahas tentang refleksi diri mengenai kondisi kelas yang saya ajar saat ini, dimana saya diminta untuk menjelaskan tantangan-tantangan yang muncul selama proses pembelajaran di kelas dan upaya apa saja yang telah saya lakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Selanjutnya, pada tahap eksplorasi konsep, saya membuat diagram frayer untuk menggambarkan pemahaman saya tentang pembelajaran berdiferensiasi.

Dalam ruang kolaborasi yang diadakan pada tanggal 25 Oktober 2023 pukul 13.00 – 15.15 dipandu langsung oleh Ibu Nartianis sebagai fasilitator. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok . Dan kebetulan kelompok kami hanya 2 orang saja anggotanya . Kami diberikan tugas untuk menganalisis sebuah kasus di SMK. Dari analisis tersebut, kami menyimpulkan bahwa meskipun dalam situasi pembelajaran jarak jauh, tokoh Pak Ceta sebagai guru SMK tetap melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.

Saat Demonstrasi Kontekstual, saya menyusun RPP untuk pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.

Dalam sesi elaborasi, saya sangat bersyukur karena mendapat panduan yang sangat jelas dari instruktur yang luar biasa, Bapak Ali Mutaqin, M.Pd.I. Beliau memberikan gambaran yang sangat terperinci tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Sehingga saya juga semakin tau dan paham terkait materi tersebut.

Ketika saya menyusun koneksi antar materi, saya menyadari bahwa semua materi yang telah saya pelajari dari modul 1.1 hingga 2.1 ternyata sangat erat kaitannya dengan prinsip keberpihakan proses pendidikan kepada para murid.

Dan sebagai tindakan nyata yang telah saya lakukan, saya telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada kelas XII MIPA 2 dalam pelajaran Bahasa Inggris. Dan hal tersebut menjadi Aksi Nyata saya sebagai wujud pemahaman saya terhadap modul ini.

 

Feelings (Perasaan)

Saya merasa sangat beruntung karena memperoleh pengetahuan baru yang sangat berharga dan berdampak besar tentunya pada peran saya sebagai seorang guru. Modul 2.1 telah memberikan wawasan yang luas mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi. Di dalam modul ini, saya meraih pemahaman yang luar biasa mengenai konsep baru yang mendorong semangat saya dalam menerapkan semua yang telah saya pelajari.

Saya merasa sangat terinspirasi oleh ilmu-ilmu baru yang telah saya dapatkan dalam modul ini. Diskusi yang dilakukan dalam forum ruang kolaborasi dan sesi elaborasi telah memperdalam pemahaman saya tentang cara mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Saya berharap bahwa dengan pemahaman ini, saya dapat konsisten dalam menjalankan pembelajaran yang berfokus pada kepentingan siswa.

 

Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas demi memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14), dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru secara konsisten berupaya merespons kebutuhan belajar murid.

Dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus mempertimbangkan pertimbangan yang masuk akal. Ini meliputi tujuan pembelajaran yang didefinisikan dengan jelas, bagaimana guru merespon kebutuhan belajar murid, lingkungan belajar yang memotivasi murid, manajemen kelas yang efektif, dan penilaian yang berkelanjutan.

Ada 3 aspek yang mengkategorikan kebutuhan murid, yakni:

Kesiapan belajar

Kesiapan belajar adalah adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru.

Minat

Minat adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.

Profil belajar.

Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar.

 

Strategi diferensiasi ada 3, yakni diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.

  • Diferensiasi konten saya mengacu pada pemetaan kebutuhan murid. Guru menyajikan beragam media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid
  • Diferensiasi proses mengacu pada bagaimana jalannya sebuah pembelajaran berdasarkan gaya belajar.
  • Diferensiasi produk mengacu pada produk yang dihasilkan sebagai unjuk kerja sesuai dengan kemampuan murid.

 

Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul ini, saya berencana untuk melakukan tes diagnostik menggunakan kuisioner, menganalisis data yang sudah ada, atau melakukan wawancara untuk memahami kebutuhan individu murid di kelas. Saya akan merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan mereka. Saya juga akan aktif berkolaborasi dengan rekan sejawat yang memiliki pengalaman dalam pembelajaran berdiferensiasi, serta berusaha menggandeng guru produktif untuk menyelaraskan materi yang dibutuhkan. Dalam praktek sehari-hari, saya akan mengimplementasikan praktik baik ini untuk mengutamakan keberpihakan pada murid dalam lingkungan sekolah.

2 komentar:

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.3

  JURNAL REFLEKSI   DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID Rosdiana Shadiqin, S.Pd CGP Angkatan ...